Istana di Atas Pasir - Bey Tobing

08:44 Fasiha Fatmawati 0 Comments


Blurb

Mahar seratus juta telah meruntuhkan fondasi cinta Ivan dan Amara yang telah mereka coba bangun selama tiga tahun terakhir. Mereka berpisah, meninggalkan semua kenangan manis dan menutupnya menjadi lembaran masa lalu.

Amara mengikuti keinginan sang ibu untuk menikahi Adrik, lelaki sempurna berjabatan tinggi yang bergelimang harta. Semua berjalan sesuai yang diimpikan sang ibu, pada awalnya. Hingga Amara mulai menyadari betapa rapuh rumah tangganya.

Bertahun-tahun lewat, Amara tak sengaja bertemu kembali dengan Ivan. Semua telah berubah, kecuali rasa yang masih mewarnai hati keduanya.

Namun, apakah rasa itu cukup untuk membuat cinta menemukan jalannya?

Atau mereka harus mempertahankan istana masing-masing, yang dibangun dari pasir?

***
Judul buku: Istana di Atas Pasir
Penulis: Bey Tobing
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
ISBN: 978 - 602 - 03 - 1653 - 6
***

Review Istana di Atas Pasir

Sebab, cinta melewati batas kata-kata.

Yup. Semacam tagline dari buku ini. Ketika sepasang manusia dipertemukan kembali setelah ribuan hari hidup dalam cerita masing-masing. Tapi, ternyata rasa cinta mereka tetap utuh terkubur dalam hati masing-masing hingga waktu menyatukan mereka.

Buku ini saya baca kurang lebih sekitar 2 jam. Waktu yang cukup singkat untuk membaca sebuah novel. Hanya 190an halaman memang. Pas sebetulnya karena otaknya lagi penat terus rasanya pengin baca buku ringan. Akhirnya menemukan buku ini.

Alur cerita dalam novel setebal ini, tentu disampaikan dengan cepat. Kehidupan tokoh tidak diceritakan semua, hanya pada bagian-bagian penting yang berhubungan. It's ok karena memang saya sedang tidak ingin berlama-lama membaca novel. *inget TA langsung pening dan mikir masih sempat gitu baca novel 😅

Di awal, buku ini seperti langsung menyajikan sebuah konflik. Perkara mahar 100 juta. Memang terkesan mengada-ada, tapi di kehidupan high class hal seperti itu memang ada. Tapi yasudahlah, lanjut saja membaca. Why? Saya penasaran dengan nasib tokoh Ivan. Tentu saya menaruh simpati pada tokoh ini karena ia menjadi korban mahar 100 juta.

Ah, yang saya kaget sendiri, entah apakah terlalu baper bacanya, tapi saya sangat terharu pada bagian: perekonomian keluarga Ivan sedang sulit, tapi pembantu di rumah Ivan tetap setia ingin bekerja meskipun tidak dibayar karena merasa diperlakukan tidak seperti pelayan di rumah Ivan.
Baiklah dari sini saya mulai betul-betul menyimak.

Oya, tokoh yang saya kagumi dari novel ini adalah Kia. Dia diceritakan sebagai gadis cerdas dan mandiri. Tegas tapi tidak otoriter. Dewasa dan tahu cara mengekspresikan rasa cinta tapi tidak tampak murahan. Bonusnya, cantik! Bahkan dengan gambaran yang sempurna seperti itu, kisah cintanya di buku ini tidak beruntung. Tapi... dia bisa menerima kekalahan dengan hati yang lapang. Well... mbak-nya setrong 😁😁

Kalau tokoh yang tidak favorit tentu mamanya Amara. Begitu memaksakan kehendak pada anaknya dan mendewakan status sosial alias gengsinya tuinggi macam kaum-kaum borjuis. Korbannya siapa? Ya anaknya.. Tapi syukurlah si mama ini mau bertobat, ya setelah melihat kehidupan anaknya yang hancur gara-garanya.

Ada beberapa bagian yang ... pantas lah buat pembelajaran hidup. Seperti jangan menikah hanya karena materi, tuntutan sosial, apalagi "pandangan normal" tentang "umur segini belum menikah". Lalu tentang pentingnya komunikasi dalam rumah tangga dan menghargai apa yang sudah kita miliki. Seperti banyak quote yang mengatakan bahwa kita akan menyadari pentingnya seseorang setelah kehilangan.

Yang terakhir, tetep quote favorit dari buku ini adalah:
"Sebab, cinta melewati batas kata-kata" ❤❤❤

You Might Also Like

0 komentar: